MagicAppBuilder Tech News

Jalan Panjang HyperFastApp - Platform No-Code Buatan Asli Indonesia

Jalan panjang HyperFastApp dimulai sejak tahun 2013. Saat itu, Kamshory, selaku founder HyperFastApp, mendapatkan sebuah proyek pembuatan aplikasi. Karena aplikasi sangat kompleks, tim menjanjikan waktu 60 hari kerja untuk menyelesaikannya.

 

Setelah proses development dimulai, ia menyadari bahwa begitu banyak modul CRUD (create, read, update, delete) sederhana dan prosesnya berulang di beberapa modul. Dengan intuitif yang tajam, maka ia memutuskan untuk menghentikan pekerjaan dan mulai membuat sebuah script sederhana untuk menghasilkan kode program.

Agar generator dapat bekerja sebagaimana mestinya, beliau membuat sebuah aturan dalam penamaan tabel dan kolom sehingga pola tersebut dapat dikenali oleh generator. Beberapa kolom memiliki arti khusus sedangkan yang lain dibiarkan bebas. Aplikasi yang dijanjikan selesai dalam 60 hari kerja pun selesai dalam waktu 40 hari kerja. Hal ini membuat beliau sadar bahwa penggunaan generator sangat membantu mempercepat delivery proyek.

Tahun 2018, generator ini kemudian digunakan untuk membuat aplikasi di mana Kamshory bekerja. Sebuah proyek besar yang hanya dikerjakan oleh satu orang saja dapat live dalam waktu lebih kurang 3 bulan. Projek ini tidak terbatas pada administrasi namun juga beberapa microservice yang berjalan pada beberapa bahasa pemrograman. Akan tetapi, generator hanya digunakan untuk membuat web administrasi dan transaksi.

Tahun 2023, Kamshory secara tidak sengaja menciptakan MagicObject. Awalnya, ia hanya ingin membuat sebuah kelas untuk serialize dan deserialize objek untuk API (Application Programming Inteface). Pada saat itu, nama kelasnya bukan MagicObject namun DynamicObject. DynamicObject memungkinkan pengguna membuat objek tanpa harus mendefinisikan properti dan fungsi. Cukup dengan mengembangkan dari kelas dasar, pengguna dapat membuat abstraksi objek dengan sangat bebas. Setelah diperhatikan, kelas ini memiliki satu karakteristik yaitu mengandalkan magic method dari PHP. Oleh sebab itu, ia mengganti nama kelas itu dengan MagicObject.

MagicObject langsung digunakan dalam beberapa proyek termasuk aplikasi dari sebuah BUMN besar di Indonesia. MagicObject terus berkembang dari satu versi ke versi berikutnya. ORM (Object Relation Mapping) adalah salah satu fitur unggulan pada MagicObject. Kamshory menyadari bahwa ORM harus mendukung banyak skenario terutama yang berhubungan dengan data dengan volume besar. Oleh sebab itu, pengguna diberi keleluasaan dalam membuat kode program untuk memastikan sistem bekerja dengan sangat efisien dan ringan.

Kamshory kembali teringat dengan script generator yang telah lama dibuatnya dan mencoba menggabungkannya dengan MagicObject. Artinya, MagicObject akan menjadi pustaka utama pada aplikasi yang dibuat. Pada tahun 2025, terciptalah MagicAppBuilder di mana pengguna dapat membuat aplikasi dengan bermodalkan skema database.

MagicAppBuilder terus dikembangkan dengan penambahan fitur. Salah satu fitur unggulannya adalah Entity Editor di mana pengguna dapat mendesain skema database tanpa memerlukan aplikasi dari pihak ketiga. Dengan kata lain, pengguna dapat merancang database hingga membuat aplikasi siap pakai hanya dengan MagicAppBuilder.

Masih di tahun 2025, Kamshory berpikir tentang bagaimana cara mengintegrasikan aplikasi yang dibuat oleh MagicAppBuilder dengan sistem lain. Kamshory membuat code generator yang sepenuhnya tidak memerlukan sentuhan developer sama sekali. Akhirnya terciptalah aplikasi GraphQL berbasis PHP. Kamshory kemudian mengembangkannya menjadi 6 bahasa yaitu sebagai berikut:

  1. PHP
  2. Java
  3. Kotlin
  4. Node.js
  5. Python
  6. Go

Keenam bahasa tersebut tersedia di MagicAppBuilder versi 2.0. Meskipun demikian, versi komunitas hanya mendukung PHP saja sementara sisanya ada di versi profesional.

Masuh di tahun 2025, Kamshory membuat HyperFastApp, sebuah platform no-code untuk membuat program aplikasi komputer berdasarkan skema database. HyperFastApp mendukung lebih banyak sumber data untuk dikonversi ke database. Aplikasi yang dihasilkan jauh lebih baik dibandingkan dengan MagicAppBuilder. Meskipun demikian, MagicAppBuilder adalah pilihan terbaik untuk membuat aplikasi enterprise karena kustomisasinya lebih luas.